Bismillaahirrahmanirrahiim,
Inilah cerita seorang ibu yang mendampakan kebahagiaan anaknya di dunia dan di akhirat.....
Nak, ramadhan memasuki 17 hari
terakhir, Maafkan sudah lama ummi tak menulis pesan-pesan hidup untukmu. Kali
ini umi ingin bercerita tentang takdir jodoh. Ummi tak tahu siapa kelak jodohmu
dan dengan cara apa kau bertemu dengan pasangan duniamu, namun bolehkan umi
bercerita hikmah tentang maha besarnya Allah yang mengatur masalah pertemuan 2
hati manusia dengan keindahan takdirnya
Nak, jika kau bertanya: "Kapan
saya menikah?". Adalah takdir yang bisa menjawabnya. Takdir tak bisa
datang segera saat kita pinta, atau malah mendekat kala kita belum siap.
Remah cerita tentang perjalanan
seseorang meraih pasangan dunianya selalu memberikan pembelajaran tersendiri
untuk umi, sepanjang umi pernah membantu proses taaruf beberapa ikhwan dan
akhwat..., yang paling membuat umi terharu adalah betapa Allah Maha besar
dengan cara-Nya mempertemukan hamba-hambanya yang shalih...memiliki niatan yang
sama untuk menjalani jalan pernikahan hanya untuk Allah dan agamanya, maka
setiap proses itu selalu saja dimudahkan dan berbuah manis...
Unik...kadang membuat kening
berkerut dan takjub, kok bisa yaa mereka dipertemukan dengan sangat indahnya?
padahal...tanpa mengenal, tanpa ada interaksi yang panjang dan intens. Duhai
Allah...Engkau kuasa dengan ilmu-Mu yang tak terjangkau manusia. kau letakkan
kesamaan, keridhoan 2 hati, 2 keluarga,2 kebiasaan, 2 tradisi, 2 perbedaan
dengan 1 kemuliaan bernama pernikahan
Suatu waktu Umi pernah dibuat takjub
dengan proses ikhwan dan akhwat yang umi dan abi proses sedari mula. diawali
dengan tuntunan Allah dalam hati kami, masih ingat waktu itu abi pernah
berkata, " mi, kayanya akh fulan cocok deh dengan akhwat fulanah",
lalu umi istikharah, dan Allah menuntun hati umi pada pikiran yang sama dengan
abi, akhirnya kami coba pertemukan 2 orang ikhwan akhwat ini. saat bertukar
biodata, kita dibuat kaget, ikhwan dan akhwat ini ternyata memiliki riwayat
keluarga yang sama. mereka sama-sama memiliki orangtua single parent karena
perceraian, padahal ketika awal proses, kita tak mengetahui sedikitpun tentang
latar belakang yang sama ini, yang akhirnya yang membuat mereka yakin untuk
bersatu adalah karena Allah dan tujuan saling menguatkan. Subhanallah, umi dan
abi tersenyum nak, dan hingga kini mereka hidup bahagia dalam genggaman takdir
Allah yang indah
Kali lain, Umi dan abi memproses dua
orang, dengan bekal keyakinan dalam hati akan kecocokan 2 orang ini, dan saat
membaca 2 biodata mereka. Haru membuncah, ternyata mereka punya 2 impian yang
sama tentang proyek peradabannya, nyaris identik...maka,umi dan abi yakin
mereka akan bisa membangun sesuatu yang besar untuk agama ini jika
dipersatukan.Dan memang, Allah yang mengatur segalanaya, semua mudah, semua
lapang, semua berujung manis. meski pada awalnya mereka tak saling mengenal
sama sekali, tak pernah bertatap muka, tak pernah berkomunikasi. Hanya takdir
Allah yang membuat semua terjadi dengan mudahnya...
Dan ketakjuban yang lain, umi
pernah mendengan 1 cerita hebat tentang takdir jodoh, seorang ikhwan dan akhwat
pernah tergelincir dalam hubungan pacaran kala mereka sama-sama jahiliyah. dan
saat kuliah mereka menemukan Allah dalam pencarian masing-masing. Sang ikhwan
bertekad akan meulpakan sang akhwat meski terselip harap untuk Allah
pertemukan, namun ia takut jika Allah tak memberkahi perikahan yang diawali
sesuatu yang tak diridhoinya. Bismillah, akhirnya ia sampaikan keinginan untuk
menikah pada pembinanya dan tawakal siapapun yang akan Allah berikan untuk
jodohnya meski bukan wanita masa lalunya. ditempat lain, akhwat yang pernah
memiliki masa lalu dg ikhwan tadi memiliki lintasan hati yang sama, ia harus
mulai melupakan kenangan masa lalu, dan bersiap menerima masa depan yang baru
dengan orang yg baru dalam kehidupannya, ia pasrahkan semua pada Allah...Namun
apa yang terjadi, 2 orang murabbi dan murabbiyah yang tak tahu menahu tentang
kisah masa lalu mereka mempertemukan mereka dalam penawaran taaruf untuk
menikah! mereka sudah dipisahkan jarak yang begitu jauh, mereka uzlah, hijrah
untuk menggapai keridhoan Allah. Namun keridhoan Allah atas niat mulia itulah
yang membuat mereka dipertemukan lagi dengan cara yang lebih mulia, lebih
berkah, dan akhirnya mereka dipersatukan dalam ikatan suci...Duh, Allah yg
menggenggam takdir seseorang, sekalipun seseorang pernah jatuh dalam kekhilafan,
Cara Allah memaafkan begitu melegakan, Allah berikan hadiah bagi orang yang
pasrah dan tawakal akan jodoh terbaiknya...
Dan banyak kisah-kisah lain yang
terkadang membuat air mata umi menetes, Nak. Betapa mulianya Allah mengatur
tentang pernikahan. Hingga sesuatu yang tak mungkin akan menjadi mungkin dengan
iradahnya.Bahkan kala hitung-hitungan manusia mengatakan ini tak mungkin, namun
Allah memiliki hitungan terbaik di arasy nya.semua terjadi dengan kun fayakun
Nya...Subhanallah...
Maka, haruskah ada lagi kekhawatiran
akan siapa teman hidupmu kelak, Anakku?
jika Allah saja jaminkan dalam surat cinta-Nya, bahwa
"laki2 baik untuk wanita yang baik2", bahkan kalimat ini sampai
diulang 2 kali, untuk menegaskan bahwa Allah memberitahu hambanya bahwa jodoh
yang kita inginkan adalah gambaran diri kita sendiri.
Maka jika Kau ingin mendapat suami
sekualitas Ali maka kita harus berjuang menjadi sekualitas Fatimah, meski harus
jatuh bangun dan terseok-seok, namun Allah maha Tahu perjuangan kita untuk
menjadi hanmaNya yang baik dan pantas untuk pasangan terbaik.
Karena Keniscayaan Allah yang akan
pertemukan kita dengan manusia sekualitas dengan diri kita, dari amalan ibadahnya,
pemahamannya, potensinya, impiannya, cita-citanya, pandangan hidupnya, bahkan
kebiasaan-kebiasaannya. Maka bisakah kau mendapatkan yang terbaik jika kita tak
kunjung membenahi ibadah, pemahaman akan jalan ini, impian, potensi dan cita2
dunia dan akhirat kita...?,
Dan anakku, ini bukan cerita tentang
pamrih. Kita perbaiki diri kita hanya karena 1 tujuan : pasangan hidup. Tak
sesederhana itu. Tujuan utama perbaikan diri kita haruslah karena Allah dan
agamanya. mebangun kebermaknaan diri agar bermakna bagi ummat manusia. Maka
insyaallah kita akan menemukan pasangan yang akan berpikir sama: orang yang
terbiasa berbuat untuk banyak orang!
Anakku sayang, umi selalu lantunkan
doa dalam setiap shalat umi, meski kau masih sangat belia, agar kau mendapat pasangan
hidup yang sekualitas Ali saat kualitas dirimu sehebat Fatimah. Maka dengarkan
kata umi: tak ada lagi kebahagiaan dunia jika kau sudah temukan imam yang dapat
mengajakmu tinggal disurga, bahkan menjadikan dunia seperti surga sebelum
kalian menginjakkan kaki di surga sesungguhnya.
Saat kau telah dipertemukan Allah dengan jodohmu, urusan tak
lantas menjadi selesai. Kalian harus berjuang untuk menjadi pasangan akhirat
kelak. Tak mudah menjadi pasangan dunia-akhirat. Karena semua harus dijalani
dengan kesamaan frekuensi dalam keimanan, kesabaran, ketaatan pada Allah selama
di dunia. Jika satu saja berbelok dari ketaatan dan tujuan surga, maka bisa
jadi 2 orang pasangan dunia tak menjadi menjadi pasangan akhirat. Duh, berat
anakku, takut sekali jika umi berbicara tentang hal ini, umi takut dunia begitu
melenakan sehingga membuat umi dan abi lupa akan cita-cita surga. maka doakan
umi dan abi pun tak hanya menjadi pasangan dunia saja namun menjadi pasangan
akhirat yang bisa seindah bidadari...
Anakku...
Terakhir kali umi ingin mengatakan padamu, carilah lelaki
yang memiliki impian yang keinginan yang begitu besar akan surga, Karena jika
kau bertemu lelaki semacam ini. Semua langkah hidup, pilihan, keputusan untuk
diri dan keluarganya akan disandarkan pada Allah pemilik surga. Jangan hanya
mencari lelaki hanya karena mapan, prestise, dan kemuliaan yang dicanangkan
orang, namun hatinya tak dekat dengan Allah, tak dekat dengan mesjid, tak dekat
dengan orang duafah. Karena lelaki seperti ini hanya akan membuat kau tersenyum
saat di dunia namun menangis di akhirat kelak...
Umi yakin kau akan tumbuh menjadi
anak yang tahu betul tentang apa yang harus dilakukan untuk menjadi hamba-Nya
yang terbaik dengan jalan pernikahanmu kelak...Semoga kau bertemu dengan lelaki
pendamba surga seperti abimu, insyaallah....